Kadonesia.com – Liverpool harus menelan pil pahit di hadapan pendukungnya sendiri setelah kalah telak 0-3 dari Crystal Palace pada babak ke-4 Carabao Cup 2025/26, Jumat dini hari waktu setempat.
Alih-alih menjadi ajang pembuktian skuad pelapis, laga ini justru menjadi bencana tak terduga bagi tim asuhan Arne Slot, yang gagal tampil solid sejak awal pertandingan.
Babak Pertama: Kesalahan Fatal dan Ketajaman Palace
Liverpool memulai laga dengan banyak pemain muda dan pelapis untuk memberi waktu istirahat bagi pemain inti. Namun keputusan itu berbalik arah.
Pertahanan The Reds terlihat rapuh, terutama saat Palace menekan dengan transisi cepat.
Menit ke-41, Ismaïla Sarr membuka keunggulan setelah memanfaatkan blunder lini tengah Liverpool. Tak lama berselang, kombinasi cepat antara Yeremy Pino dan Sarr kembali berbuah gol, menjadikan skor 0-2 sebelum turun minum.
Meski menguasai bola hingga 60%, Liverpool gagal menciptakan peluang berbahaya, sementara Palace tampil disiplin dan efisien dalam serangan balik.
Babak Kedua: The Reds Tak Berkutik
Di paruh kedua, Liverpool mencoba meningkatkan intensitas. Namun serangan mereka mudah dipatahkan oleh pertahanan terorganisir milik Palace.
Penderitaan Liverpool bertambah di menit ke-79 saat Amara Nallo mendapat kartu merah setelah melakukan tekel keras di depan kotak penalti.
Palace semakin percaya diri dan menutup laga dengan gol ketiga di menit ke-88 melalui Yeremy Pino, yang menuntaskan umpan silang tajam dari sisi kanan.
Anfield pun terdiam. Skor akhir 0-3 menjadi catatan pahit bagi The Reds yang tampil tanpa arah dan koordinasi.
Analisis: Rotasi Berisiko dan Taktik Efektif Palace
🔴 Liverpool
-
Arne Slot terlalu berani merotasi skuad dengan menurunkan banyak debutan muda.
-
Minimnya komunikasi di lini belakang membuat Palace mudah menembus pertahanan.
-
Serangan Liverpool tak cukup kreatif untuk menembus blok rapat lawan.
-
Kekalahan ini memperlihatkan bahwa kedalaman skuad masih belum merata di semua lini.
🔵 Crystal Palace
-
Disiplin taktik dan organisasi pertahanan menjadi kunci utama kemenangan.
-
Sarr dan Pino tampil luar biasa, memanfaatkan setiap kesalahan lawan.
- Palace berhasil mematahkan dominasi penguasaan bola Liverpool lewat pressing cerdas dan serangan balik kilat.
Dampak dan Reaksi
Kekalahan ini membuat Liverpool tersingkir dari Carabao Cup lebih cepat dari prediksi dan meningkatkan tekanan bagi Arne Slot, yang kini dituntut memperbaiki performa di Premier League.
Sementara itu, kemenangan di Anfield menjadi momen bersejarah bagi Crystal Palace, yang berhasil melangkah ke perempat final dan membuktikan diri sebagai tim yang tak bisa diremehkan di ajang domestik.
